Install Google Chrome pada Ubuntu 13.04 64bit

pengumuman!!! saya baru saja menginstall ulang sistem operasi pada laptop saya. dari ubuntu versi 12.10 32bit ke ubuntu versi 13.04 64bit. setelah selesai install seperti biasa kita harus melakukan ritual lama yaitu menginstall applikasi – aplikasi yang hilang sebelumnya.

ketika akan menginstall google chrome saya mendapat kesulitan, terdapat error pada saat instalasi.
setelah bertanya kepada forum dan googling kesana – kemari tetap belum menemukan jawaban.

hingga akhirnya solusi itu datang, masalahnya pada ubuntu 13.04 libudev0 belum terpasang jadi kita harus install dulu. caranya

download di sini

kemudian install dengan memasukan command ini di terminal:

 dpkg -i libudev0_175-0ubuntu13_amd64.deb 

download google chrome di sini
jangan lupa pilih untuk OS Ubuntu 64bit

selanjutnya install

dpkg -i google-chrome-stable_current_i386.deb

Ok, sekarang google chromenya sudah bisa di pakai 🙂

Advertisements

Format Coding dengan Notepad++

kali ini saya akan membahas sedikit tips tentang formating code pada notepad++, pada dasarnya saya tipe orang yang suka kerapian dalam segala hal. bahkan jika melihat sedikit saja sesuatu apakah itu di kamar tidur, di ruang tamu yang bersifat ga beres atau kotor jujur suka risih juga sih. kayak gatel harus di garuk, hehe. kebiasaan itu juga berlaku dalam lingkungan coding.
lihat coding yang ga jelas indent-nya itu sama dengan kasus diatas, gimana gitu… ya udah deh langsung aja ke topik.

bagi pengguna IDE seperti netbeans mungkin sudah familiar dengan shortcut ctrl + shift + f yang berfungsi memformat coding kita agar terlihat lebih rapi, pada IDE notepad++ kita terlebih dahulu harus menginstall plugins bernama TextFX.
caranya gampang pilih menu plugins kemudian pilih menu plugin manager -> show plugin manager klik dan akan muncul dialog seperti berikut.

plugin manager

selanjutnya cari plugin TextFX Characters, kemudian checklist dan instal. notepad++ akan melakukan restart.
jika sudah terinstal maka akan ada menu TextFX pada menubar.

ok saya akan jelaskan cara kerjanya. misal cooding kita sebelum di format seperti ini

function get_gravatar( $email, $s = 80, $d = 'mm', $r = 'g', $img = false, $atts = array() ) {
$url = 'http://www.gravatar.com/avatar/';
$url .= md5( strtolower( trim( $email ) ) );
$url .= "?s=$s&d=$d&r=$r";
if ( $img ) {
$url = '<img alt="" src="' . $url . '" /> $val )
$url .= ' ' . $key . '="' . $val . '"';
$url .= ' /&gt;';
}
return $url;
}

lalu masuk ke menu TextFX -> TextFX edit -> Reindent C++ Code, klik!!!

function get_gravatar( $email, $s = 80, $d = 'mm', $r = 'g', $img = false, $atts = array() ) {
     $url = 'http://www.gravatar.com/avatar/';
     $url .= md5( strtolower( trim( $email ) ) );
     $url .= "?s=$s&amp;d=$d&amp;r=$r";
     if ( $img ) {
          $url = '<img alt="" src="' . $url . '" /> $val )
          $url .= ' ' . $key . '="' . $val . '"';
          $url .= '/&gt;';
     }
     return $url;
}

dan Tadaaaaaaaa, tidak sampai satu hari kamar yang acak – acakan sudah menjadi rapi dan indah tentunya, hehe
sekian tips hari ini, salam

Instalasi HMVC pada Codeigniter

belum lama ini saya melamar kerja, pada saat wawancara kerja saya di tanya, “biasa pake framework apa?” saya jawab CI pak. terus ditanya lagi. “HMVC bisa ga?”. saya jawab, belum pernah sih… maka dari situlah saya mulai mencari, apasih hmvc itu? bagaimana sih cara kerjanya? dan apa keuntunganya? tapi sebelum menjelaskan itu semua. saya akan coba menjelaskan cara instalasi HMVC pada codeigniter.

oh ya sebelumnya saya akan menggunakan codeigniter versi 2.1 dan Modular Extensions – HMVC
ok udah pada tau kan instalasi codeigniter?

setelah meng ekstrak, kemudian setting config dll. setelah selesai pastikan instalasi berjalan dengan mengakses
http://localhost/ci_hmvc(diganti dengan nama directori tempat kamu instal CI)/
kalau instalasi benar akan muncul tampilan welcome

welcome
kemudian pada folder application buatlah directory baru “modules”

struktur file modules
pada file library hmvc, kita akan mendapatkan file – file berikut:hmvc_filecopy file pada folder core kedalam directory application/core
dan copy file pada folder third_party kedalam directory/third_party

pada folder modules di directory application/modules buat modul baru bernama “welcome”
dan buat folder controllers dan views seperti pada gambar dibawah ini.
modules_structurekemudian langkah terakhir pindahkan controllers application/controllers/welcome.php ke application/modules/welcome/controllers/welcome.php
dan views application/views/welcome_message.php ke application/modules/welcome/views/welcome_message.php

dan akses URL /index.php/welcome , jika tidak ada error berarti program hmvc berjalan dan siap digunakan.

Validasi Client VS Server

validasi data merupakan salah satu faktor penting dalam sebuah sistem, dalam aplikasi web terdapat 2 cara validasi, yaitu server side dan client side. validasi server side yaitu validasi yang dilakukan dari server. sedangkan validasi client side yaitu validasi yang dilakukan dari sisi server atau umumnya pada browser.

ada beberapa keuntungan dan kerugian dalam 2 metode validasi tersebut. saya akan mencoba menjelaskan beberapa keuntungan dan kerugiannya.

Keuntungan dan kerugian validasi dari sisi server:

Aman, Sedangkan kerugiannya adalah kerja server menjadi sedikit lebih berat.

Sedangkan validasi dari sisi client:

Keuntungannya cepat,  namun kurang aman karena javascript dapat di non aktifkan.

jadi kesimpulannya tergantung kebutuhan dari sistem kita masing – masing. 🙂

Programer gak tau GIT?

GIT, Subversion, sistem kontrol terdistribusi apalah itu??? begitu tanggapan saya ketika teman saya berbagi teknologi terbaru yang dia ceritakan kepada saya. dia mengejek saya karena begitu ketinggalan berita dan teknologi terbaru.
alhasil saya mulai penasaran dan mencari tau apasih GIT itu.

Menurut situsnya git-svn. Version control adalah sebuah sistem yang mencatat setiap perubahan terhadap sebuah berkas atau kumpulan berkas sehingga pada suatu saat anda dapat kembali kepada salah satu versi dari berkas tersebut, sedangkan Git adalah versi sistem kontrol terdistribusi, begitu cepat, efisien dan ideal kepada para kolaborator pengembang software.

Jika anda adalah seorang programer dan anda ingin menyimpan setiap versi dari setiap file yang anda buat atau edit, maka Version Control System (VCS) merupakan sebuah solusi bijak untuk digunakan. Sistem ini memungkinkan anda untuk mengembalikan berkas anda pada kondisi/keadaan sebelumnya, mengembalikan seluruh proyek pada keadaan sebelumnya, membandingkan perubahan setiap saat, melihat siapa yang terakhir melakukan perubahan terbaru pada suatu objek (biasanya dalam kerja team) sehingga berpotensi menimbulkan masalah, siapa yang menerbitkan isu, dan lainnya.

Beberapa jenis version control, antaralain:

  1. Version Control Sistem Local
  2. versioning local

  3. Version Control Sistem Terpusat
  4. versioning terpusat

  5. Version Control Sistem Terdistribusi
  6. versioning terdistribusi

ok sekian dulu, artikel ini akan saya update lagi.
🙂